Kembali

Menyemai Inovasi, Mengukir Karakter: Sinergi Spensaker dan Sidukerto dalam Bimtek STEM

15 September 2026 106 Kali Dibaca
Menyemai Inovasi, Mengukir Karakter: Sinergi Spensaker dan Sidukerto dalam Bimtek STEM
Di tengah pesatnya laju era digital, transformasi pendidikan menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda. Menjawab tantangan tersebut, SMPN 1 Kertosono dan SMPN 2 Kertosono menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta Pengimbasan Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) secara gabungan. Kolaborasi lintas sekolah ini hadir sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan kinerja serta meningkatkan mutu para pendidik.

Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Bapak Puguh Hartono, SSTP, M.M bersama Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Bapak Munawir, S.Pd, M.A.P. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kapasitas guru. Keberhasilan pelaksanaan acara ini juga tidak lepas dari peran aktif Kepala SMPN 1 Kertosono dan SMPN 2 Kertosono Ibu Marzuqoh, S.Pd. yang konsisten memberikan motivasi. Dukungan moral tersebut menjadi bahan bakar utama bagi para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan meng-upgrade kualitas diri.

Selama dua hari, yaitu tanggal 14 dan 15 September 2026 materi Bimtek dikupas secara mendalam oleh para narasumber yang kompeten. Ibu Dr. Esty Rokhyani, M.Pd. Kons. selaku pengawas sekolah memberikan arahan strategis mengenai integrasi STEM dalam kurikulum operasional. Tak kalah menginspirasi, perwakilan guru dari kedua lembaga turut berbagi praktik baik (best practice) serta strategi pengimbasan yang aplikatif. Para peserta diajak menyusun modul ajar yang interaktif, merancang eksperimen sederhana, hingga mempraktikkan simulasi pembelajaran berbasis pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan empat disiplin ilmu sains (science), teknologi (technology), teknik/rekayasa (engineering), dan matematika (mathematics) secara bersamaan dalam proses pemecahan masalah nyata.

Penerapan pendekatan STEM terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan bagi murid. Melalui pemecahan masalah secara ilmiah, perancangan teknologi sederhana, serta perhitungan matematis yang kontekstual, murid diajak berpikir kritis dan kreatif. Lebih dari sekadar mengasah kemampuan akademis dan keterampilan teknis, pembelajaran berbasis STEM berperan penting dalam membentuk karakter murid di era digital, seperti daya juang, kolaborasi, empati dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Suksesnya Bimtek dan pengimbasan gabungan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarlembaga mampu menciptakan dampak positif yang meluas. Ketika para pendidik saling bergandengan tangan untuk bertukar ilmu, kualitas pembelajaran akan meningkat secara signifikan.

Sebagai garda terdepan pendidikan, guru memiliki tanggung jawab moral untuk senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini, pesan utama yang terpancar sangat jelas: jadilah guru pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Sebab, hanya dari guru yang tak pernah berhenti belajar, akan lahir generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menaklukkan tantangan masa depan.

Kembali ke Beranda